Tips untuk kaum hawa / perempuan





Tips untuk kaum hawa / perempuan
1) Apa yang harus dilakukan wanita jika  dia menemukan dirinya sendirian bersama pria asing saat dia memasuki lift di sebuah apartemen atau bangunan bertingkat tinggi pd saat larut malam?
Para ahli berkata: Masuk ke lift. Jika Anda perlu mencapai lantai 13, tekan semua tombol sampai ke tujuan Anda. Tidak ada yang berani menyerang Anda dalam lift yang berhenti di setiap lantai.

2) Apa yang harus dilakukan jika orang asing mencoba menyerang Anda ketika Anda sendirian di rumah Anda. Lari ke dapur.
Para ahli mengatakan: Hanya Anda sendiri yg tahu di mana bubuk cabai dan kunyit disimpan. Dan di mana pisau dan piring berada. Semua ini bisa diubah menjadi senjata mematikan. Jika tidak ada yang lain, mulailah melemparkan piring dan peralatan ke mana-mana. Biarkan mereka pecah ber-keping2. Berteriaklah. Ingat bahwa suara berisik adalah musuh terbesar seorang penganiaya. Dia tidak ingin ditangkap.

3) Naik Taksi di Malam Hari.
Para ahli mengatakan: Sebelum masuk ke mobil di malam hari, catat nomor registrasinya. Kemudian gunakan ponsel untuk menelepon keluarga atau teman Anda dan berikan detailnya kepada mereka dalam bahasa yang dipahami oleh pengemudi. Bahkan jika tidak ada yang menjawab panggilan Anda, berpura-pura Anda sedang dalam percakapan. Sopir sekarang tahu seseorang memiliki rinciannya dan dia akan berada dalam masalah serius jika terjadi sesuatu  yang buruk. Dia sekarang pasti akan membawamu pulang dengan selamat. Si calon penyerang  sekarang bahkan menjadi pelindung Anda!

4) Bagaimana jika pengemudi mengubah rute kearah jalan yang tidak seharusnya, dan Anda merasa memasuki zona bahaya?
Para ahli mengatakan: Gunakan pegangan 👜 tas atau stola Anda untuk menjerat lehernya dan menariknya kearah Anda. Dalam hitungan detik, dia akan merasa tercekik dan tak berdaya. Jika Anda tidak memiliki tas tangan atau stola, tarik saja dia kearah Anda dengan kerah bajunya, atau tarik kancing paling atas dari kemejanya.

5) Jika Anda dibuntuti di malam hari.
Ahli berkata: masuki toko atau rumah terdekat dan jelaskan kesulitan Anda. Jika hari sdh malam dan tdk ada toko yg msh buka, masuk ke dalam kotak ATM. Pusat ATM selalu memiliki televisi sirkuit tertutup (CCTV). Karena takut akan  ter-identifikasi dgn mudah, mk  tidak ada yang berani menyerang Anda.

Akhirnya, selalu waspada adalah senjata terbesar yang pernah Anda miliki.

Mohon teruskan kepada semua para wanita yang Anda sayangi untuk membangkitkan kesadaran akan bahaya, karena  paling tidak inilah yang dapat kita lakukan untuk tujuan sosial & moral dan untuk keselamatan para wanita.

Membentuk Sikap Pemipin Pada Anak

Membentuk sikap kepemimpinan anak memang tak mudah butuh kesabaran dan kesiapan ygmatang, Setiap orang tua tua pasti mendambakan buah hatinya kelak akan menjadi seorang pemimpin. Entah suatu hari nanti sang buah hati akan menjadi pemimpin negeri ini, pemimpin dunia, ataupun menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Jiwa kepemimpinan memang sangatlah penting dimiliki oleh setiap anak karena dengan begitu anak akan mulai belajar tanggung jawab dan hidup mandiri.

Apa itu kepemimpinan? Kepemimpinan adalah suatu sistem ketika kita mampu mengatur suatu kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Pemimpin bukan hanya seorang presiden atau kepala rumah tangga, melainkan yg dimaksud kepemimpinan yakni mampu mengatur diri kita agar mampu mengendalikan suasana lingkungan di luar misal kita berani bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan serta kita mampu bekerja sama dengan lingkungan sekitar dalam hal apa pun.

Mendidik anak atau mempersiapkan seorang anak menjadi seorang pemimpin memang membutuhkan kesabaran ekstra karena tidak setiap anak mampu mendengarkan instruksi yang diberikan. Oleh sebab itu dalam mendidik anak kita harus memiliki trik khusus agar anak yang kita didik sesuai dengan apa yang kita harapkan. Misal sebagai orang tua, kita bisa mengajarkan tanggung jawab kepada anak dengan membiasakannya merapikan tempat tidurnya usai bangun tidur.

Pendidikan yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan pada anak. Sebelum mengarahkan seoarang anak menjadi pemimpin yang baik, orang tua juga harus mempersiapkan pendidikan yang menyangkut tentang agama. Penting sekali seorang anak dibekali ilmu agama karena dengan begitu anak mampu mempertimbangkan keputusannya sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits. Jadi anak akan tahu mana keputusan yang nantinya akan diambil apakah baik untuk kemaslahatan masyarakat atau tidak.

Membentuk Karakter Anak Menjadi Seorang Pemimpin

Sebagai orang tua tentu kita memahami karakter anak kita masing-masing. Ada anak yang memang berkarakter keras kepala, suka menangis, manja, dan pendiam. Begitulah karakter anak, maka dari itu sebagai orang tua kita harus mampu mengarahkan anak kita agar dia mampu mengaplikasikan apa yang kita berikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menghadapi karakter anak yang beraneka ragam tentu sebagai orang tua kita tak boleh mudah menyerah atau memanjakan anak karena jika kita bersikap seperti itu maka sampai kapan pun kita tidak akan mampu mengarahkan anak menjadi seorang pemimpin. Membentuk karakter pemimpin pada anak dapat kita tanamkan sejak dini. Melalui pedoman pendidikan yang baik, kita mampu membentuk karakter anak yang tadinya pendiam, keras kepala, dan manja dapat kita ubah karakternya menjadi seorang anak yang pemberani, bertangung jawab, dan penuh disiplin.

Hal itu tentu membutuhkan proses yang cukup lama, tapi sebagai orang tua kita harus sabar dalam mendidik anak. Selain itu faktor keluarga juga berperan dalam membentuk karakter seorang anak menjadi pemimpin. Dalam lingkungan keluarga peran kedua orang tua dan sekitar dapat memotivasi anak untuk terus berusaha menjadi anak yang cerdas dan mampu memimpin dirinya sendiri. Sebagai orang tua kita juga harus menciptakan suasana rumah atau keluarga yang nyaman, karena rumah merupakan tempat sang anak untuk beristirahat dan berbagai cerita kepada orangtuanya perihal kejadian yang dia alami.

Orang tua juga bisa memberikan tanggung jawab kecil kepada anak agar dia mampu hidup mandiri dan menyelesaikan permasalahan yang dia alami. Peran orang tua di sini begitu penting karena arahan yang diberikan orang tua kepada anaknya akan menentukan jalan yang dipilih seorang anak apakah ia akan mampu hidup mandiri atau tidak sebagai seorang anak.

Menstimulasi Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Selain faktor pendidkan, lingkungan dan keluarga adalah hal penting yang dapat menumbuhkan karakter anak menjadi seorang pemimpin sejati. Kita sebagai orang tua juga dapat menumbuhkan sikap kesadaran kepemimpinan dengan menstimulasi jiwa anak melalui permainan, pelajaran, atau metode pendekatan lainnya agar tumbuh jiwa kepemimpinan pada diri anak.

Sikap yang biasa dimiliki oleh seorang pemimpin yakni adalah kejujuran. Hal pertama yang kita bangun agar anak menjadi seorang pemimpin tentu kita harus mengajarkan kejujuran pada diri anak. Dengan membiasakan jujur pada anak sejak dini tentu akan membuat sang anak terbiasa hingga dewasa untuk terus berkata jujur.

Kejujuran sangatlah penting dimilki oleh seorang pemimpin yang baik.  Agar sang anak terbiasa bersikap jujur, maka orang tua pun harus jujur dan saling terbuka kepada sang anak. Misal, kita biasakan sang anak dalam kehidupan sehari-hari diberi tugas kecil sepeti memberikan uang untuk menabung, dan setelah uang itu dia tabungkan, dia harus memberi laporannya kepada kita, dengan begitu anak akan terbiasa hidup jujur.

Selain kejujuran, sikap yang dimiliki oleh seorang pemimpin yakni integritas. Integritas atau kata lain kepercayaan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menjaga amanah. Integritas di sini juga dapat kita tumbuhkan kepada sang anak dengan memberikan kepercayaan penuh bahwa sang anak mampu mengerjakan tugas-tugas kecilnya.

Menumbuhkan sikap kepeimpinan pada anak dapat kita lakukan dengan membiasakan pada anak agar terus hidup penuh tanggung jawab dan kemandirian. Agar anak mampu tumbuh sesuai dengan harapan kita maka kepercayaan penuh harus diberikan pada anak agar mampu menjadi seorang pemimpin di masa mendatang.

Sikap adil dan bijaksana merupakan salah satu hal yang juga wajib dimliki oleh seorang pemimpin. Orang tua harus pula mengarahkan pendidikan agar sang anak mampu menjadi seorang peminpin sejak dini. Misal, setiap kali anak akan berangkat kesekolah, kita dapat memberikan bekal lebih kepada sang anak agar bekal tersebut dia berikan kepada teman-temannya secara adil dan merata. Selain itu, orang tua juga bisa memberikan pilihan yang menarik bagi sang buah hati untuk memilih mainan mana yang akan dia ambil di toko mainan sesuai dengan pertimbangan dan saran dari orang tua agar anak natinya akan terbiasa mengambil keputusan-keputusan dengan bijak.

Seorang pemimpin haruslah pemberani dalam mengambil sebuah keputusan. Pemimpin yang baik juga  pemimpin yang selalu mau belajar serta mampu mendengarkan saran dan kritik dari orang lain.  Sifat pembelajar tak lepas dari kepiawaian seorang pemimpin yang haus akan ilmu. Oleh karena itu agar anak mampu menjadi pembelajar yang baik, maka orang tua bisa memberikan pengalamananya kepada sang anak dan terus memotivasinya agar terus mau belajar dalam meraih cita-citanya.

Sifat terakhir dari seorang pemimpin yakni mampu bekerja sama. Sifat bekerja sama ini dapat kita tumbuhkan kepada sang anak melalui metode permaianan atau pelajaran yang berkaitan dengan kerja sama. Orang tua juga bisa mengajak sang anak ikut kerja bakti di lingkungan rumah. Semoga kelak sang anak bisa menerima arahan yang kita berikan agar dia mampu menjadi seorang pemimpin dan hidup mandiri.

Tips menjadikan Anak Jadi Pemimpin :

– Puji perilaku kepemimpinan mereka.
– Tanyai pendapat mereka tentang sebuah pilihan. Dengan menjawab pertanyaan pilihan, maka kemampuan berbicara dan membuat keputusan yang baik akan teruji.
– Mengenalkan para pemimpin. Entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan kita, bisa jadi sumber ilmu tentang pemimpin yang hebat.
– Lakukan kegiatan yang membantu mereka menunjukkan kemampuan memimpin. Dengan membiarkan anak membantu mengatur barisan teman-temannya saat acara outing dari sekolah, maka anak dengan sendirinya dibiasakan untuk melakukan hal-hal memimpin.
– Bantu menentukan tujuan pribadi. Ketika sang anak menentukan tujuan untuk diri mereka sendiri, yang tak ada hubungannya dengan kepentingan orang lain, otomatis mereka akan menunjukkan kemampuan memimpin. Bantulah agar arah tujuannya benar.

Sumber : muzakki.com

Cara Mendidik Balita Menjadi Anak Yang Sholeh

Memiliki anak sholeh merupakan dambaan setiap keluarga. Di samping sebagai penerus keturunan, kelak anak sholeh juga akan menjadi investasi di masa yang akan datang. Pada usia dini, seorang anak akan lebih mudah untuk menerima perubahan ketimbang ketika ia telah dewasa. Dan pada usia dini itulah, masa pembentukan jati diri, pola pikir dan watak sang anak sedang berproses.

Dalam masa pembentukan itulah, orangtua hendaknya memberikan perannya secara optimal. Orangtua harus mampu memberikan pengaruh positif kepada sang anak. Isilah kepala, hati dan jiwa anak anak yang sedang dalam proses pembentukan tersebut dengan nilai nilai yang baik. Orang tua harus dapat menjadi filter bagi berbagai unsur negatif yang dapat merusaknya. Jangan sampai sang anak justru memperoleh pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Untuk itu, langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi sholeh/sholehah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak anda sejak dini:

1.Bangunkan shubuh sejak balita
Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

2.Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami
Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini anda dapat memulainya dengan mengirimkan anak anda ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) atau mengikuti kursus-kursus islam di Masjid dan sebagainya.

3.Jangan egois!
Orang tua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan yang terbaik bagi anak anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya memerintahkan anak anda untuk mengaji atau pergi sholat berjamaah, sedangkan anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

4.Safari Masjid
Bawalah anak anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan sholat berjamaah dihati anak.

5.Perkenalkan batasan aurat sejak dini
Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali untuk merubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini, insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu, nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

6.Selalu membawa perlengkapan sholat
Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat kemanapun mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu sholat.

7.Meminimalisir mendengarkan musik-musik non islami
Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan, rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca AL Quran berjamaah, mendengarkan kaset mu’rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid islam.

8.Buatlah jadwal nonton TV
Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron, film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

9.Ajarkan nilai-nilai islam secara langsung
Ajarkan nilai-nilai islam yang anda kuasai secara langsung kepada anak anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.

10.Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran
Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran, sesuai dengan kadar kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat Al Quran ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

11.Jadilah sahabat setia baginya
Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

12.Ciptakan nuansa kehangatan
Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya sendiri.

13.Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan
Ingat! Yang sedang anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit hati.