15 Cara Mendidik Anak Perempuan Dalam Islam
Cara mendidik anak perempuan menurut islam tentunya sangat berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Anak perempuan cenderung harus lebih mendapatkan perhatian khusus agar nantinya bisa beraklak baik dan tentunya bisa menutup auratnya dengan sempurna. Selain itu anak perempuan juga rentan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pergaulan bebas yang nantinya akan merusak masa depannya.
ads
Cara Mendidik Anak Perempuan yang Baik
Anak merupakan titipan Allah yang harus kita jaga, baik buruknya seorang anak merupakan tanggung jawab orang tua. Jika kita berhasil mendidik anak dengan baik sehingga mereka menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah maka kita sebagai orang tua yang beruntung, karena seorang anak yang sholeh akan menghantarkan kedua orang tuanya ke surga Allah.
Dan sebaliknya jika kita tidak berhasil mendidik anak sehingga mereka sering berbuat hal-hal yang dibenci oleh Allah, maka kita sebagai orang tua akan mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan Allah. Pembelajaran seperti ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 16, penjelasannya sebagai berikut :
Luqman berkata: “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui. (QS. Luqman : 16)
Hal berikut ini bisa anda gunakan sebagai bahan referensi dalam upaya mendidik anak anda sejak dini, yuk kita simak bersama-sama :
1. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Tidak Menyekutukan Allah
Perbuatan menyekutukan Allah adalah perbuatan yang paling dibenci oleh-Nya. Untuk itu sebagai orang tua kita wajib memberikan nasehat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Ajarkan kepada anak tentang keimanan. Keimanan merupakan dasar yang wajib dimiliki oleh muslim. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13, penjelasannya sebagai berikut :
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)
2. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berbakti Kepada Orang Tua (Ayah Dan Ibu)
Menciptakan suasana saling menghormati dan saling menghargai di lingkungan keluarga adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh orang tua. Biasakan kepada anak kita sejak kecil untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada orang tua dengan cara memberi contoh secara langsung.
Seperti halnya kita mengasihi orang tua kita, secara tidak langsung anak kita akan melihat kejadian seperti itu dan pada akhirnya menerapkannya kepada kita sebagai orang tuanya. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 14, penjelasannya sebagai berikut :
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapkanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14).
3. Mengajarkan Untuk Selalu Berbuat Baik Terhadap Orang Tua
Seorang anak wajib untuk selalu memperlakukan kedua orang tua dengan baik. Oleh karena itu kita sebagai orang tua juga harus memberikan pengetahuan tentang hal ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Luqman ayat 15, penjelasannya sebagai berikut :
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman : 15)
Namun sebagai seorang anak jika kedua orang tua kita mengajarkan hal yang buruk, maka sebagai seorang anak kita tidak harus mengikutinya. Tapi dengan catatan kita harus tetap menghormatinya karena merekalah yang melahirkan, mengurus, dan juga membesarkan kita sejak kecil.
4. Mengajarkan Kepada Anak Kita Tentang Kewajiban Sebagai Umat Muslim
Pendidikan agama sebaiknya kita sudah kenalkan dan ajarkan kepada anak sejak ia masih kecil, agar nantinya ketika sudah beranjak dewasa ia sudah terbiasa dengan apa yang sudah kita ajarkan setiap hari sejak ia masih kecil. Ajak anak kita untuk ikut sholat berjamaah setiap hari dan menjalankan ibadah-ibadah wajib lainnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 17, penjelasannya sebagai berikut :
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman : 17).
5. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Tidak Sombong
Sombong merupakan hal yang dibenci oleh Allah. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, kaya ataupun miskin tdk menjadi tolok ukur, yang menjadi tolok ukur adalah amal ibadahnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 18, penjelasannya sebagai berikut :
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18)
Baca juga :
6. Memperlakukan Anak Dengan Penuh Kasih Sayang Dan Kelembutan
Mendidik anak bukanlah menjadi perkara mudah. Meskipun demikian bukan berarti kita harus mendidiknya dengan cara kasar ataupun menggunakan kekerasan. Hal itu justru akan membuat anak menjadi trauma dan cenderung akan melakukan balas dendam. Sebaiknya kita sebagai orang tua justru menunjukkan kasih saying dan kelembutan kita sehingga anak akan terdorong untuk menirukan kebaikan yang kita lakukan kepada mereka.
7. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menutup Aurat
Sebagai seorang anak perempuan, kita sebagai orang tua harus mengajarkan bagaimana menutup aurat dengan benar sejak mereka masih kecil. Jelaskan saja kepada mereka hal itu dilakukan untuk menjaga diri mereka sendiri dari hal-hal buruk yang mungkin dapat terjadi, pasti mereka akan mengerti. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59, penjelasannya sebagai berikut :
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab : 59)
8. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Menghormati Orang Yang Lebih Tua Dan Menghargai Yang Lebih Muda
Dalam kehidupan kita saling menghormati dan menghargai sangat diperlukan karena hal ini berkaitan dengan sikap dan perbuatan yang wajib dilakukan seorang anak agar mereka tau bahwa menebar kasih saying itu perbuatan yang menyenangkan.
9. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Bersosialisasi Dan Peduli Terhadap Lingkungan
Bersosialisasi merupakan hal yang perlu kita perkenalkan dan ajarkan kepada anak-anak kita. Dengan melakukan sosialisasi yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mengajarkan kepedulian terhadap sesame, khususnya terhadap lingkungan terdekat seperti halnya tetangga.
10. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Berpendidikan Tinggi
Menuntut ilmu dan berpendidikan tinggi adalah hal yang baik untuk dilakukan. Selain itu dengan berilmu anak kita akan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungannya. Kita sebagai orang tua wajib mengajarkannya sejak kecil dan mengusahakan untuk anak kita supaya mempunyai semangat tinggi dalam hal menuntut ilmu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11, penjelasannya sebagai berikut :
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah : 11)
11. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Saling Berbagi
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang pada dasarnya harus bisa saling berbagi dengan orang lain. Ajarkan hal ini kepada anak kita sejak kecil betapa pentingnya berbagai dengan yang membutuhkan. Dengan berbagi maka rejeki kita akan semakin bertambah karena bisa membuat senang orang lain.
Kemudian menjelaskan mengenai sebagian rejeki kita ada hak orang lain di dalamnya. Berikan contoh secara langsung agar mereka dapat dengan mudah memahami dan mempraktekkannya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 215, penjelasannya sebagai berikut :
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah : 215)
12. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Berkata Jujur
Sebagai orang tua kita juga harus memperhatikan ucapan yang kita lontarkan. Kejujuran menjadi kunci utama sebuah kepercayaan. Maka hal ini sangat perlu diajarkan kepada anak kita sejak dini. Walaupun sepahit apapun itu kenyataannya, tetap saja harus jujur.
13. Mengajarkan Kepada Anak Kita Untuk Selalu Disiplin
Disiplin merupakan sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kedisiplinan anak jadi tau schedule hariannya. Kapan waktunya belajar, bermain, dan juga tidur. Hal ini sangat baik untuk melatihnya menjadi pribadi yang taat.
14. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Selalu Mandiri
Sifat kemandirian juga sangat perlu ditanamkan kepada anak sejak kecil. Dengan begitu anak sudah terbiasa mengatasi masalah dan juga mengerjakan apa-apa sendiri. Sehingga saat dewasa nanti dan harus jauh dari orang tua karena menuntut ilmu ataupun berkeluarga, mereka tidak lagi mengalami kesulitan dengan pekerjaan rumah sehari-hari.
15. Mengajarkan Kepada Anak Untuk Bertanggung Jawab
Dalam kehidupan kita tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan dan diselesaikan. Dengan adanya tanggung jawab maka anak akan tau mana yang harus didahulukan dan mana yang tidak. Misalnya saat ada pr, maka ia akan berusaha mengerjakan dan menyelesaikannya walaupun itu sulit bagi dia karena hal itu merupakan tanggung jawab untuknya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa cara mendidik anak perempuan yang sudah saya jelaskan di atas bisa anda jadikan sebagai referensi dalam rangka mendidik anak di rumah. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai cara mendidik anak perempuan menurut islam. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Polemik Cadar, Dahnil: UIN Yogyakarta Telah Kehilangan Elan Vital Kesejatian Universitas
Polemik Cadar, Dahnil: UIN Yogyakarta Telah Kehilangan Elan Vital Kesejatian Universitas
Penulis Diunggah: Ferry Yudi - Maret 8, 20180377
Foto diambil dari rengdesa.
KLIKMU.CO- Polemik Pelarangan cadar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta memantik respons dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak.
Anin, sapaan akrab Dahnil Anzar Simanjuntak, sangat menyayangkan adanya upaya pihak tertentu yang menghalang-halangi hak warga negara muslim mengenakan cadar.
“Terkait dengan polemik cadar, saya sangat sayangkan polemik furuiyah masih menjadi masalah di negeri mayoritas Islam yang memang pada dasarnya memang berbeda-beda. Toh, tidak ada larangan bercadar dalam Islam,” ungkapnya kepada KLIKMU.CO, Kamis (8/3).
Menurutnya, meski dalam paham Muhammadiyah yang ia anut tidak ada anjuran bagi seorang perempuan menggunakan cadar, namun juga bukan berarti menggunakan cadar adalah sesuatu yang terlarang, apalagi diharamkan.
“Muhammadiyah tidak bersepakat penggunaan cadar karena batas aurat perempuan adalah wajah dan telapak tangannya. Jadi, terang dalam fiqh yang dipahami Muhammadiyah, tidak ada kewajiban mengenakan cadar. Namun, tentu kita menghormati kelompok yang memiliki tafsir berbeda. Itulah kekayaan khazanah Islam,” tandas penulis buku ‘Nalar Politik Rente’ tersebut.
Bahkan, yang disesalkan oleh pendiri Madrasah Anti Korupsi (MAK) itu adalah adanya pelarangan penggunaan cadar bagi perempuan itu justru datang dari pihak kampus yang berlabel Islam dan mengkaji disiplin ilmu keislaman.
“Yang paling disayangkan adalah larangan tersebut datang dari Universitas Islam, di mana seharusnya pihak kampus memahami dengan baik terkait keberagaman tafsir dalam Islam,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anin mengatakan bahwa perguruan tinggi Islam yang melalukan pelarangan tersebut telah kehilangan jati dirinya.
“Bagi Saya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kehilangan elan vital kesejatian universitas. Universitas adalah rumah dari universalitas nalar ilmiah, di mana setiap gagasan, ide, dan pemikiran saling bertarung satu dengan lainnya untuk menunjukkan keunggulannya,” tegasnya.
Dahnil juga juga menyebut bila ada kampus yang takut, bahkan bertindak “fasis” terkait dengan perbedaan tersebut, maka kampus itu telah kehilangan universalitas dan menegasikan keberagaman produk pemikiran. (Ferry)
Penulis Diunggah: Ferry Yudi - Maret 8, 20180377
Foto diambil dari rengdesa.
KLIKMU.CO- Polemik Pelarangan cadar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta memantik respons dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak.
Anin, sapaan akrab Dahnil Anzar Simanjuntak, sangat menyayangkan adanya upaya pihak tertentu yang menghalang-halangi hak warga negara muslim mengenakan cadar.
“Terkait dengan polemik cadar, saya sangat sayangkan polemik furuiyah masih menjadi masalah di negeri mayoritas Islam yang memang pada dasarnya memang berbeda-beda. Toh, tidak ada larangan bercadar dalam Islam,” ungkapnya kepada KLIKMU.CO, Kamis (8/3).
Menurutnya, meski dalam paham Muhammadiyah yang ia anut tidak ada anjuran bagi seorang perempuan menggunakan cadar, namun juga bukan berarti menggunakan cadar adalah sesuatu yang terlarang, apalagi diharamkan.
“Muhammadiyah tidak bersepakat penggunaan cadar karena batas aurat perempuan adalah wajah dan telapak tangannya. Jadi, terang dalam fiqh yang dipahami Muhammadiyah, tidak ada kewajiban mengenakan cadar. Namun, tentu kita menghormati kelompok yang memiliki tafsir berbeda. Itulah kekayaan khazanah Islam,” tandas penulis buku ‘Nalar Politik Rente’ tersebut.
Bahkan, yang disesalkan oleh pendiri Madrasah Anti Korupsi (MAK) itu adalah adanya pelarangan penggunaan cadar bagi perempuan itu justru datang dari pihak kampus yang berlabel Islam dan mengkaji disiplin ilmu keislaman.
“Yang paling disayangkan adalah larangan tersebut datang dari Universitas Islam, di mana seharusnya pihak kampus memahami dengan baik terkait keberagaman tafsir dalam Islam,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anin mengatakan bahwa perguruan tinggi Islam yang melalukan pelarangan tersebut telah kehilangan jati dirinya.
“Bagi Saya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kehilangan elan vital kesejatian universitas. Universitas adalah rumah dari universalitas nalar ilmiah, di mana setiap gagasan, ide, dan pemikiran saling bertarung satu dengan lainnya untuk menunjukkan keunggulannya,” tegasnya.
Dahnil juga juga menyebut bila ada kampus yang takut, bahkan bertindak “fasis” terkait dengan perbedaan tersebut, maka kampus itu telah kehilangan universalitas dan menegasikan keberagaman produk pemikiran. (Ferry)
IKAP KAMI TERHADAP BASHAR AL-ASSAD & KONFLIK DI SURIAH.
IKAP KAMI TERHADAP BASHAR AL-ASSAD & KONFLIK DI SURIAH.
Oleh: Ustadz Abdul Somad, Lc. MA
Belakangan, tidak sedikit fitnah yang dihembuskan oleh kaum liberal dan sekuler yang hendak mengkaburkan hakikat sebenarnya yang terjadi di Suriah agar ummat menjadi terpecah dan rancu terhadap kebenaran. ada konspirasi besar untuk menutup-nutupi kenyataan yang terjadi di Suriah melalui “news framing” dengan tujuan mengacaukan kesadaran kita terhadap kenyataan yang ada. kami melihat disana ada “agenda setting” Syi’ah internasional -yang dibantu para penjajanya dari kalangan liberalis- yang mendompleng berhembusnya Arab Spring untuk menguasai negeri-negeri aswaja (Sunni). Diantaranya ialah mereka menerapkan strategi “brain washing” dengan cara membanjiri media dengan analis manipulatif, fakta yang dibuat-buat, dan informasi palsu dengan mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya.
Berikut ini kami kemukakan kepada pembaca yang budiman tentang hakikat konflik yang tengah bergejolak di Suriah yang juga menjadi mauqif/sikap kami terhadapnya sampai hari ini.
1=> Sikap kami terhadap sekte Syi’ah sebagaimana fatwa para Imam mazhab yang empat. Empat Imam Mazhab sepakat menyatakan bahwa syi’ah rafidhah adalah sekte sesat yang sulit lepas dari kekafiran. juga berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 M yang diketuai oleh Prof.Dr.KH.Ibrahim Hosen, LML; bahwa SYI’AH ADALAH AJARAN SESAT & MENYESATKAN.
Imam Syafi’i Rahimahullah mengatakan:
لَمْ أَرَ أَحَداً مِنْ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ أَشْهَدُ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ
“Aku belum pernah melihat suatu kaum yang paling dusta melebihi Syi’ah Rafidhah”.
2=> Adapun pembagian Syi’ah menjadi tiga golongan; yaitu Syiah Ghulat, Syiah Rafidhah, dan Syiah moderat (zaidiyyah). maka secara tekstual kami tidak mengingkari pembagian tersebut. Karena memang dalam teori sejarah aliran klasik, Syi’ah memang terpecah menjadi beberapa kelompok diantaranya adalah SYI’AH ZAIDIYYAH (syi’ah moderat). dimana ia hanya menganggap Sayyidina Ali Bin Thalib Radhiyallahu’anhu lebih utama dari seluruh Sahabat yang ada namun tidak mengkafirkan tiga sahabat sebelumnya yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman. namun secara kontekstual, kami membangun sikap sebagai berikut:
- Syi’ah Zaidiyyah tidak ada di indonesia. Syi’ah Zaidiyyah hanya terdapat di sejumlah wilayah timur tengah, itupun nyaris punah. (Penelitian dan pengkajian Anggota Komisi MUI pusat, Ustad Fahmi Salim,Lc.MA)
- Syi’ah yang berkembang di seantero dunia dan termasuk indonesia adalah SYI’AH IMAMIYYAH ITSNA ASYARIYYAH (SYI’AH 12 IMAM) yang berpusat di Iran. (buku panduan MUI, mengenal & mewaspadai penyimpangan Syi’ah di Indonesia)
3=> KONFLIK SURIAH adalah murni peperangan antara aswaja dengan rezim syi’ah nushairiyyah. Penduduk suriah umumnya adalah aswaja (ahlus sunah wal jama’ah) syafi’iyyah asy’ariyyah dan penganut thariqat. Syi’ah Nushairiyyah adalah aliran syi'ah kebatinan yang lebih ekstrim dari Syi’ah Rafidhah. “Nushairiyyah” adalah nisbat/penyandaran kepada seorang bernama Muhammad Bin Nashir Al-Farisi. diantara Aqidah ushul mereka ialah: Ali Bin Abi Thalib memiliki sifat-sifat Ilahiyyah (ketuhanan), mengagungkan Abdurahman Bin Muljam sang pembunuh Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan alasan bahwa Abdurahman bin muljam telah berjasa membebaskan ruh Ali bin Abi Thalib dari kezaliman jasadnya. (Sumber: kitab Tha’ifah An-Nushairiyyah karya Syaikh Dr. Sulaiman Al-Halaby)
4=> BASHAR AL-ASSAD/PRESIDEN SURIAH adalah seorang Syi’ah Bathiniyyah (syi’ah nushairiyyah) yang juga menganut ideologi Ba’ts (sosialis arab). istrinya pun seorang wanita Syi’ah yang lahir di inggris. Dia (Bashar Al-Assad) telah membunuhi kaum Muslimin secara massif baik laki-laki maupun wanita, orang tua, orang muda, dan anak-anak. dengan kata lain, ia TELAH MENGHALALKAN DARAH KAUM MUSLIMIN. Kekejaman Bashar Al-Assad terhadap kaum Muslimin sama seperti kekejaman Komunis Soviet, Komunis Albania, Komunis di Asia Tengah, dan lain sebagainya. Bashar Al-Assad adalah penjahat kemanusiaan seperti Hitler, Stalin, Lenin, Polpot, dan lain sebagainya. PENDAPAT INI kami ambil dari guru kami seorang Ulama ahli hadits Suriah bernama SYAIKH MUWAFFAQ, mursyid thariqat syadziliyyah di Suriah yang kami telah mendapatkan SANAD darinya.
5=> Bashar Al-Assad telah menghancurkan negara Suriah berikut bangunan-bangunannya, termasuk sarana-sarana dan instalasi kehidupan; seperti rumah sakit, pasar, dan lain sebagainya dengan senjata berat, pesawat tempur, tank, rudal, serta bom birmil. 200 ribu warga sipil berjatuhan dan nyawa terus melayang sampai sekarang. Perbuatannya sama dengan perbuatan Amerika & Sekutu ketika menghancurkan Iraq pada tahun 1991 dan 2003, dan menghancurkan Afghanistan pada tahun 2001. Tidak sampai disitu, Bashar Al-Assad juga mendatangkan kekuatan kafir Rusia untuk menggempur kaum Muslimin dan menghancurkan kota-kota. Padahal Rusia (dulu bernama Uni Soviet) adalah musuh Islam di Afghanistan sehingga ulama memfatwakan jihad fii sabilillah. Posisi Bashar Al-Assad dalam hal ini sama seperti Najibula, pemimpin boneka Afghanistan ketika itu.
6=> Sejarah mencatat, kejahatan rezim Assad tidak hanya zaman sekarang tetapi pada tahun 1982 mereka juga melakukan “Pembantaian Hamma” mengorbankan 50 ribu nyawa warga sipil ketika itu (termasuk anak-anak dan kaum wanita). dendam kesumat Bashar Al-Assad terhadap MUSLIM SUNNI sangat jelas terlihat dari hadirnya kekuatan Syi’ah Iran, Iraq, Hizbullata Libanon pimpinan Hasan Nashrullata, dan Syi’ah Afghanistan yang membantu Bashar Al-Assad. tentunya kesamaan ideologis yang membuat mereka bersatu. ketika Bashar Al-Assad terhambat untuk membantai warga Suriah dengan kekuatan sendiri, dia meminta bantuan Iran, Iraq, dan Hizbullata Libanon. Ketika itu terhambat juga, dia pun meminta bantuan kafir RUSIA. bahkan negara komunis china pun ikut turun mendukung Bashar Al-Assad.
7=> Berdasarkan semua kenyataan ini, maka kami pun turut MELAKNAT Bashar Al-Assad dan mendo’akan kecelakaan untuknya. dalam perkara melaknat orang kafir dan zhalim yang masih hidup secara mu’ayyan (personal), maka kami hanya mengikuti sejumlah dalil dan para Ulama:
- Hadits tentang sumur Badr yang diriwayatkan imam bukhari dalam shahihnya. dimana tatkala itu ‘Amru bin Hisyam, ‘Uqbah Bin Abi Mu’aith, dan Walid Bin ‘Utbah mati disiksa kemudian di masukkan dalam sumur Badr, lalu Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
واتبع اصحاب القليب لعنة
“semoga laknat Allah mengiringi pemilik sumur ini”
- Laknat ulama salaf terhadap Jahm bin Shafwan.
قال يزيد بن هارون لعن الله الجهم ومن قال بقوله
Yazid bin Harun berkata, “Semoga Allah melaknat Jahm dan orang yang berucap dengan ucapannya”.
- Syaikh Adnan Ar‘ur (Ulama Suriah) melaknat Bashar Al-Assad.
- Ulama MIUMI (Syaikh DR.Haikal Hasan) juga mengajak untuk melaknat Bashar Al-Assad dan sekutunya.
8=> Hasil muktamar ulama sedunia yang di selenggarakan oleh Internasional Islamic Coordination Council (IICC) bertajuk: “Sikap Ulama Umat Terhadap Konflik Suriah” yang berlangsung di Mesir pada tanggal 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M yang dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah waljamaah dari 50 negara yang berkumpul untuk menyatukan sikap terhadap konflik Suriah, dimana mereka memandang perlunya PERSATUAN UMMAT ISLAM SUNNI DALAM MELAWAN KEPENTINGAN SYI’AH DI BUMI SYAM, SURIAH. ditambah campur tangan Hizbullata di Libanon dan Iran -yang notabene beraliran Syiah Rafidhah-.
9=> Pada sesi pembukaan muktamar, sambutan Grand Syaikh Al-Azhar dibacakan oleh Syaikh Dr.Hasan Syafi’i yang isinya: AL-AZHAR SECARA TEGAS MENOLAK EKSISTENSI REZIM BASHAR AL-ASSAD YANG HINGGA KINI TERUS MENERUS MEMBUNUHI RAKYAT SURIAH YANG HAMPIR SELURUHNYA MUSLIM SUNNI. Sambutan ini senada dengan pernyataan mantan Syaikhul Azhar Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi pada hari Selasa 16 Juni 2009 dalam sebuah pertemuan dengan pelajar Saudi Arabia, dimana beliau menyatakan dengan tegas:
انه لا مكان ولا وجود لشيعة كمذهب لان مصر دولة سنية ولن تقبل بنشر التشيع في بلادنا
“Mesir adalah negeri Sunni dan dia tidak akan pernah menerima penyebaran faham Syiah di negeri kami ini”.
MUKTAMAR INTERNASIONAL yang diantaranya dihadiri para Alim ulama mewakili Indonesia semisal Syaikh Dr.Ahmad Zain An-Najah (DDII) dan Syaikh Farid Ahmad Okbah (MIUMI) ini melahirkan “11 Butir Resolusi” terkait konflik di Suriah, diantaranya: kewajiban syar’i umat muslim berjihad di Suriah, perang di Suriah adalah perang terhadap Islam, menyerukan persatuan umat muslim sunni seluruh dunia, apresiasi terhadap peran pemerintah Turki dan Qatar, dan seruan terhadap para pemimpin Arab dan Organisai Negara Teluk (CCASG) untuk membantu perjuangan rakyat Suriah, seruan terhadap umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran, dan mengecam kepada segenap pihak yang mengklasifikasi dan menilai sebagian organisasi pejuang kebebasan rakyat Suriah sebagai aksi teroris dan terorisme, dan lain sebagainya.
10=> Sikap Syaikh Said Ramadhan Al-Bouthi (ulama aswaja terkemuka di Suriah) yang dianggap mendukung pemerintahan Bashar Al-Assad, maka kami telah menanyakannya langsung kepada Al-Muhaddits Asy-Syaikh Muwaffaq (mursyid thareqat syadziliyyah yang memberi sanad kepada kami) dan beliau mengatakan:
هو رجل عالم زاهد مخدوع
“...beliau (Syaikh Al-Bouthi) adalah seorang yang ‘aalim, zuhud, tetapi tertipu dan di khianati”.
Terbukti, wafatnya Syaikh Said Ramadhan Al-Bouthi dalam “serangan bom” di masjid Al-Iman damaskus bersama sejumlah muridnya diyakini oleh para Ulama Suriah sebagai perbuatan tentara Bashar Al-Assad sendiri dengan penuh perencanaan sebab masjid tempat Syaikh Al-Bouthi mengajar merupakan masjid yang paling ketat kawalan keselamatannya. Dan mengapa hanya sedikit bekas yang terbakar jika yang terjadi benar-benar serangan bom?
Sebuah analisa menyebutkan, sejak lama Syaikh Al-Bouthi dikelilingi pengawalan militer Bashar Al-Assad. Kemanapun Syaikh Al-Bouthi pergi, puluhan pengawal dan intelijen rezim Bashar Al-Assad menyertai atau membuntutinya. Bashar Al-Assad frustasi dengan semakin banyaknya pejabat-pejabat (termasuk Menhan) yang membelot ke pejuang Suriah. Ia khawatir dengan Syaikh Al-Bouthi yang dikabarkan akan lari dari Damaskus. Maka ia pun memutuskan untuk membunuh ulama terkemuka itu dengan modus seakan terjadi bom bunuh diri oleh pejuang Suriah sehingga masyarakat akan membenci kelompok pejuang.
Demikian sikap kami terhadap Bashar Al-Assad dan konflik suriah. semoga Allah menolong kaum Muslimin di suriah, menolong para pejuang Suriah, memberi kekuatan pada rakyat Suriah yang terjajah, semoga Allah menyaksikan mereka yang gugur sebagai Syuhada’, dan semoga Allah melaknat para penjajah dan orang-orang zhalim dari kalangan Syi’ah dan sekutunya dimanapun mereka berada dan memporak-porandakan barisan mereka. Aamiin.
Oleh: Ustadz Abdul Somad, Lc. MA
Belakangan, tidak sedikit fitnah yang dihembuskan oleh kaum liberal dan sekuler yang hendak mengkaburkan hakikat sebenarnya yang terjadi di Suriah agar ummat menjadi terpecah dan rancu terhadap kebenaran. ada konspirasi besar untuk menutup-nutupi kenyataan yang terjadi di Suriah melalui “news framing” dengan tujuan mengacaukan kesadaran kita terhadap kenyataan yang ada. kami melihat disana ada “agenda setting” Syi’ah internasional -yang dibantu para penjajanya dari kalangan liberalis- yang mendompleng berhembusnya Arab Spring untuk menguasai negeri-negeri aswaja (Sunni). Diantaranya ialah mereka menerapkan strategi “brain washing” dengan cara membanjiri media dengan analis manipulatif, fakta yang dibuat-buat, dan informasi palsu dengan mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya.
Berikut ini kami kemukakan kepada pembaca yang budiman tentang hakikat konflik yang tengah bergejolak di Suriah yang juga menjadi mauqif/sikap kami terhadapnya sampai hari ini.
1=> Sikap kami terhadap sekte Syi’ah sebagaimana fatwa para Imam mazhab yang empat. Empat Imam Mazhab sepakat menyatakan bahwa syi’ah rafidhah adalah sekte sesat yang sulit lepas dari kekafiran. juga berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 M yang diketuai oleh Prof.Dr.KH.Ibrahim Hosen, LML; bahwa SYI’AH ADALAH AJARAN SESAT & MENYESATKAN.
Imam Syafi’i Rahimahullah mengatakan:
لَمْ أَرَ أَحَداً مِنْ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ أَشْهَدُ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ
“Aku belum pernah melihat suatu kaum yang paling dusta melebihi Syi’ah Rafidhah”.
2=> Adapun pembagian Syi’ah menjadi tiga golongan; yaitu Syiah Ghulat, Syiah Rafidhah, dan Syiah moderat (zaidiyyah). maka secara tekstual kami tidak mengingkari pembagian tersebut. Karena memang dalam teori sejarah aliran klasik, Syi’ah memang terpecah menjadi beberapa kelompok diantaranya adalah SYI’AH ZAIDIYYAH (syi’ah moderat). dimana ia hanya menganggap Sayyidina Ali Bin Thalib Radhiyallahu’anhu lebih utama dari seluruh Sahabat yang ada namun tidak mengkafirkan tiga sahabat sebelumnya yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman. namun secara kontekstual, kami membangun sikap sebagai berikut:
- Syi’ah Zaidiyyah tidak ada di indonesia. Syi’ah Zaidiyyah hanya terdapat di sejumlah wilayah timur tengah, itupun nyaris punah. (Penelitian dan pengkajian Anggota Komisi MUI pusat, Ustad Fahmi Salim,Lc.MA)
- Syi’ah yang berkembang di seantero dunia dan termasuk indonesia adalah SYI’AH IMAMIYYAH ITSNA ASYARIYYAH (SYI’AH 12 IMAM) yang berpusat di Iran. (buku panduan MUI, mengenal & mewaspadai penyimpangan Syi’ah di Indonesia)
3=> KONFLIK SURIAH adalah murni peperangan antara aswaja dengan rezim syi’ah nushairiyyah. Penduduk suriah umumnya adalah aswaja (ahlus sunah wal jama’ah) syafi’iyyah asy’ariyyah dan penganut thariqat. Syi’ah Nushairiyyah adalah aliran syi'ah kebatinan yang lebih ekstrim dari Syi’ah Rafidhah. “Nushairiyyah” adalah nisbat/penyandaran kepada seorang bernama Muhammad Bin Nashir Al-Farisi. diantara Aqidah ushul mereka ialah: Ali Bin Abi Thalib memiliki sifat-sifat Ilahiyyah (ketuhanan), mengagungkan Abdurahman Bin Muljam sang pembunuh Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan alasan bahwa Abdurahman bin muljam telah berjasa membebaskan ruh Ali bin Abi Thalib dari kezaliman jasadnya. (Sumber: kitab Tha’ifah An-Nushairiyyah karya Syaikh Dr. Sulaiman Al-Halaby)
4=> BASHAR AL-ASSAD/PRESIDEN SURIAH adalah seorang Syi’ah Bathiniyyah (syi’ah nushairiyyah) yang juga menganut ideologi Ba’ts (sosialis arab). istrinya pun seorang wanita Syi’ah yang lahir di inggris. Dia (Bashar Al-Assad) telah membunuhi kaum Muslimin secara massif baik laki-laki maupun wanita, orang tua, orang muda, dan anak-anak. dengan kata lain, ia TELAH MENGHALALKAN DARAH KAUM MUSLIMIN. Kekejaman Bashar Al-Assad terhadap kaum Muslimin sama seperti kekejaman Komunis Soviet, Komunis Albania, Komunis di Asia Tengah, dan lain sebagainya. Bashar Al-Assad adalah penjahat kemanusiaan seperti Hitler, Stalin, Lenin, Polpot, dan lain sebagainya. PENDAPAT INI kami ambil dari guru kami seorang Ulama ahli hadits Suriah bernama SYAIKH MUWAFFAQ, mursyid thariqat syadziliyyah di Suriah yang kami telah mendapatkan SANAD darinya.
5=> Bashar Al-Assad telah menghancurkan negara Suriah berikut bangunan-bangunannya, termasuk sarana-sarana dan instalasi kehidupan; seperti rumah sakit, pasar, dan lain sebagainya dengan senjata berat, pesawat tempur, tank, rudal, serta bom birmil. 200 ribu warga sipil berjatuhan dan nyawa terus melayang sampai sekarang. Perbuatannya sama dengan perbuatan Amerika & Sekutu ketika menghancurkan Iraq pada tahun 1991 dan 2003, dan menghancurkan Afghanistan pada tahun 2001. Tidak sampai disitu, Bashar Al-Assad juga mendatangkan kekuatan kafir Rusia untuk menggempur kaum Muslimin dan menghancurkan kota-kota. Padahal Rusia (dulu bernama Uni Soviet) adalah musuh Islam di Afghanistan sehingga ulama memfatwakan jihad fii sabilillah. Posisi Bashar Al-Assad dalam hal ini sama seperti Najibula, pemimpin boneka Afghanistan ketika itu.
6=> Sejarah mencatat, kejahatan rezim Assad tidak hanya zaman sekarang tetapi pada tahun 1982 mereka juga melakukan “Pembantaian Hamma” mengorbankan 50 ribu nyawa warga sipil ketika itu (termasuk anak-anak dan kaum wanita). dendam kesumat Bashar Al-Assad terhadap MUSLIM SUNNI sangat jelas terlihat dari hadirnya kekuatan Syi’ah Iran, Iraq, Hizbullata Libanon pimpinan Hasan Nashrullata, dan Syi’ah Afghanistan yang membantu Bashar Al-Assad. tentunya kesamaan ideologis yang membuat mereka bersatu. ketika Bashar Al-Assad terhambat untuk membantai warga Suriah dengan kekuatan sendiri, dia meminta bantuan Iran, Iraq, dan Hizbullata Libanon. Ketika itu terhambat juga, dia pun meminta bantuan kafir RUSIA. bahkan negara komunis china pun ikut turun mendukung Bashar Al-Assad.
7=> Berdasarkan semua kenyataan ini, maka kami pun turut MELAKNAT Bashar Al-Assad dan mendo’akan kecelakaan untuknya. dalam perkara melaknat orang kafir dan zhalim yang masih hidup secara mu’ayyan (personal), maka kami hanya mengikuti sejumlah dalil dan para Ulama:
- Hadits tentang sumur Badr yang diriwayatkan imam bukhari dalam shahihnya. dimana tatkala itu ‘Amru bin Hisyam, ‘Uqbah Bin Abi Mu’aith, dan Walid Bin ‘Utbah mati disiksa kemudian di masukkan dalam sumur Badr, lalu Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
واتبع اصحاب القليب لعنة
“semoga laknat Allah mengiringi pemilik sumur ini”
- Laknat ulama salaf terhadap Jahm bin Shafwan.
قال يزيد بن هارون لعن الله الجهم ومن قال بقوله
Yazid bin Harun berkata, “Semoga Allah melaknat Jahm dan orang yang berucap dengan ucapannya”.
- Syaikh Adnan Ar‘ur (Ulama Suriah) melaknat Bashar Al-Assad.
- Ulama MIUMI (Syaikh DR.Haikal Hasan) juga mengajak untuk melaknat Bashar Al-Assad dan sekutunya.
8=> Hasil muktamar ulama sedunia yang di selenggarakan oleh Internasional Islamic Coordination Council (IICC) bertajuk: “Sikap Ulama Umat Terhadap Konflik Suriah” yang berlangsung di Mesir pada tanggal 4 Sya’ban 1434 H/13 Juni 2013 M yang dihadiri oleh lebih dari 500 tokoh dan ulama Ahlus Sunnah waljamaah dari 50 negara yang berkumpul untuk menyatukan sikap terhadap konflik Suriah, dimana mereka memandang perlunya PERSATUAN UMMAT ISLAM SUNNI DALAM MELAWAN KEPENTINGAN SYI’AH DI BUMI SYAM, SURIAH. ditambah campur tangan Hizbullata di Libanon dan Iran -yang notabene beraliran Syiah Rafidhah-.
9=> Pada sesi pembukaan muktamar, sambutan Grand Syaikh Al-Azhar dibacakan oleh Syaikh Dr.Hasan Syafi’i yang isinya: AL-AZHAR SECARA TEGAS MENOLAK EKSISTENSI REZIM BASHAR AL-ASSAD YANG HINGGA KINI TERUS MENERUS MEMBUNUHI RAKYAT SURIAH YANG HAMPIR SELURUHNYA MUSLIM SUNNI. Sambutan ini senada dengan pernyataan mantan Syaikhul Azhar Prof. Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi pada hari Selasa 16 Juni 2009 dalam sebuah pertemuan dengan pelajar Saudi Arabia, dimana beliau menyatakan dengan tegas:
انه لا مكان ولا وجود لشيعة كمذهب لان مصر دولة سنية ولن تقبل بنشر التشيع في بلادنا
“Mesir adalah negeri Sunni dan dia tidak akan pernah menerima penyebaran faham Syiah di negeri kami ini”.
MUKTAMAR INTERNASIONAL yang diantaranya dihadiri para Alim ulama mewakili Indonesia semisal Syaikh Dr.Ahmad Zain An-Najah (DDII) dan Syaikh Farid Ahmad Okbah (MIUMI) ini melahirkan “11 Butir Resolusi” terkait konflik di Suriah, diantaranya: kewajiban syar’i umat muslim berjihad di Suriah, perang di Suriah adalah perang terhadap Islam, menyerukan persatuan umat muslim sunni seluruh dunia, apresiasi terhadap peran pemerintah Turki dan Qatar, dan seruan terhadap para pemimpin Arab dan Organisai Negara Teluk (CCASG) untuk membantu perjuangan rakyat Suriah, seruan terhadap umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran, dan mengecam kepada segenap pihak yang mengklasifikasi dan menilai sebagian organisasi pejuang kebebasan rakyat Suriah sebagai aksi teroris dan terorisme, dan lain sebagainya.
10=> Sikap Syaikh Said Ramadhan Al-Bouthi (ulama aswaja terkemuka di Suriah) yang dianggap mendukung pemerintahan Bashar Al-Assad, maka kami telah menanyakannya langsung kepada Al-Muhaddits Asy-Syaikh Muwaffaq (mursyid thareqat syadziliyyah yang memberi sanad kepada kami) dan beliau mengatakan:
هو رجل عالم زاهد مخدوع
“...beliau (Syaikh Al-Bouthi) adalah seorang yang ‘aalim, zuhud, tetapi tertipu dan di khianati”.
Terbukti, wafatnya Syaikh Said Ramadhan Al-Bouthi dalam “serangan bom” di masjid Al-Iman damaskus bersama sejumlah muridnya diyakini oleh para Ulama Suriah sebagai perbuatan tentara Bashar Al-Assad sendiri dengan penuh perencanaan sebab masjid tempat Syaikh Al-Bouthi mengajar merupakan masjid yang paling ketat kawalan keselamatannya. Dan mengapa hanya sedikit bekas yang terbakar jika yang terjadi benar-benar serangan bom?
Sebuah analisa menyebutkan, sejak lama Syaikh Al-Bouthi dikelilingi pengawalan militer Bashar Al-Assad. Kemanapun Syaikh Al-Bouthi pergi, puluhan pengawal dan intelijen rezim Bashar Al-Assad menyertai atau membuntutinya. Bashar Al-Assad frustasi dengan semakin banyaknya pejabat-pejabat (termasuk Menhan) yang membelot ke pejuang Suriah. Ia khawatir dengan Syaikh Al-Bouthi yang dikabarkan akan lari dari Damaskus. Maka ia pun memutuskan untuk membunuh ulama terkemuka itu dengan modus seakan terjadi bom bunuh diri oleh pejuang Suriah sehingga masyarakat akan membenci kelompok pejuang.
Demikian sikap kami terhadap Bashar Al-Assad dan konflik suriah. semoga Allah menolong kaum Muslimin di suriah, menolong para pejuang Suriah, memberi kekuatan pada rakyat Suriah yang terjajah, semoga Allah menyaksikan mereka yang gugur sebagai Syuhada’, dan semoga Allah melaknat para penjajah dan orang-orang zhalim dari kalangan Syi’ah dan sekutunya dimanapun mereka berada dan memporak-porandakan barisan mereka. Aamiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
